RAGAM KEMERIAHAN BUDAYA KENDAL

Pada tanggal 19 Agustus 2017, tepatnya hari sabtu. di Desa Kaliayu telah diadakan sebuah acara dalam memperingati HUT RI yang ke 72th. Tak Terasa sudah 72 tahun lamanya bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan. bebas dari penjajah, bebas berpolitik, bebas berpendapat dan bebas menentukan pilihan.

 

Di Kabupaten Kendal sendiri ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati hari Kemerdekaan. beberapa kegiatan memang ada yang terkesan unik dan menarik. biasanya di beberapa desa ada yang mengadakan berbagai macam lomba dan kesenian, hal ini di tujukan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur. karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa para pahlawannya.

untuk memperingati jasa para pahlawan yang sudah berjuang untuk kemerdekaan negara. karena pada hari ini kita tidak berjuang mengangkat senjata, tetapi kita hanya melanjutkan spirit perjuangan yang telah diwariskan oleh para pejuang. salah satunya di Desa Kaliayu Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal. ada sebuah tradisi karnaval, yang setelahnya biasa diadakan pentas kesenian Barongan.  barongan adalah kesenian khas Kendal dan sekitarnya.

 

barongan dalam mitologi jawa sering dikaitkan dengan sesuatu yang berbau mistis. sampai saat ini terdapat banyak perbedaan tentang hikayat barongan yang sebenarnya.

Tidak ada yang tahu persisnya bahwa kesenian tradisional Barongan adalah kesenian yang di pakai oleh para Ulama dan tokoh masyarakat, untuk mengenalkan ajaran agama Islam di salah satu daerah yang ada dikabupaten Kendal. Dan tidak ada yang menyangka kesenian yang selama ini dikenal dengan kesurupannya sebagai daya tarik dan kesetananya ini masih ada dan terjaga sampai sekarang.

Kabupaten kendal dikenal dengan masyarakatnya yang jiwa keagamaannya nomer satu dibandingkan dengan daerah lain. Tidak semua masyarakatnya menganut agama Islam. Tetapi kerukunan dalam kehidupan sehari-hari ini menunjukkan bahwa masyarakat di kabupaten Kendal ini mengedepankan toleransi beragama. Dalam sejarah dijelaskan bahwa sebenarnya daerah kabupaten Kendal ini dulunya adalah sebuah hutan.

Pada zaman Belanda mulai masuk kekawasan Semarang, para tokoh agama mulai resah dan gelisah. Terutama para Kyai yang ada di daerah Kaliwungu,  Karena adanya Belanda masuk didaerah semarang para santri yang belajar di daerah Kaliwungu mulai ketakutan dan tidak nyaman dalam belajar. Para Kyai tidak tinggal diam karena memang belanda masuk ke daerah tersebut itu tidak hanya untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Tetapi juga menyebarkan Agama Kristen kepada masayarakat sekitar.

Terobosan yang dilakukan para Ulama dan Kyai adalah dengan mengirimkan para santri yang sudah menguasai ajaran agama Islam untuk diterjunkan didalam masyarakat di daerah-daerah terpencil diKabupaten Kendal. Memang sulit untuk menyebarkan agama Islam kepada masyarakat yang memang benar-benar tidak mengerti Islam. Mulailah para santri yang dikirim oleh Kyainya berfikir keras dan mencoba untuk berdakwah dengan cara Wali Songo yang dulu juga dengan menggunakan kebudayaan yang ada didalam masyarakat. Dan akhirnya menemukan kebudayaan yang pas untuk dimasukkan ajaran Islam di dalamnya. Yaitu kesenian Barongan selain media berdakwah barongan juga digunakan untuk menyampaikan pesan perlawanan terhadap Belanda, suara tetabuhannya yang dapat membangkitkan semangat para pejuang. Alat yang digunakan dalam kesenian ini adalah Jidur(drum) seruling/slompret ala Madura yang melengking, kenong, demung,dan sebagainya.
Setiap karnaval di kabupaten kendal atau di kecamatan-kecamatan yang berada di daerah Kabupaten kendal biasanya yang paling ditunggu oleh penonton adalah penampilan dari barongan tersebut namun barongan kadang dijadikan kambing hitam terjadinya suatu aksi tawuran karena padahal jaman sekarang pemain barongan pada karnaval mabuk-mabukan jadi terkesan urakan dan bisa menimbulkan tawuran. berikut ini video Barongan walaupun dilarang di karnaval mereka tampil sendiri dihalaman rumah yang lebar untuk menghibur penonton.

 

itulah salah satu dari beberapa kekayaan seni budaya kendal,  seiring bertambahnya waktu banyak diantaranya yang sudah hilang. sudah menjadi tugas kita untuk melestarikan seni warisan para pendahulu kita.

 

kaliayu, 07 September 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan